Drama radio, aku dan kakek

Radio national, mungkin benda itu merupakan hal pertama yang saya ingat waktu masih balita dulu. Waktu itu, mungkin sekitar tahun 1988 iwak(sebutan saudara kandung bapak yang lebih tua) datang dalam rangka pulang kampung membawa oleh-oleh sebuah radio merk National termasuk dua batre dengan merk sama dalam ukuran besar.

Sewaktu kecil dulu, semenjak adanya radio yang merupakan satu-satunya hiburan dirumah, saya lebih sering menginap dikamar kakek hanya untuk menyimak drama radio yang rutin dinyalakannya disaat subuh.

Drama radio, apa pula itu?

Merupakan acara yang disampaikan dalam bentuk audio, biasanya dialog antar tokoh dan narasi hanya bisa kita dengar melalui radio, sama seperti mendengarkan kakek mendongeng dimalam hari, memasuki alam imajinasi bersama alur cerita.

Biasanya radio akan melemah seiring tegangan batre yang menurun. Jika batre lemah maka kakek biasanya menjemurnya dibawah terik matahari seharian agar bisa mendengarkan acara radio kesayangannya, maklum yang namanya batre ukuran besar masih agak susah dicari dikampung, jikalau ada mungkin buat belinya ga sanggup, dikala itu buat makan pun susah, biasanya nenek harus hutang sana sini agar dapur tetap ngebul.

Kini, genap 10 tahun semenjak kakek meninggal. Kenangan-kenangan itu masih tercetak jelas dalam ingatan. Terkadang ingin rasanya kembali kemasa lalu, tidur disebelah kakek sambil mendengarkan radio. Lagu yang ngehits di akhir tahun 80an dan diawal tahun 90an, mendengarkan kembali drama radio seperti kisah brama kumbara.

Aihh..

Terima kasih telah memberikan kenangan yang demikian indah, kakek :')


Thanks for your comment