PNS ngambil sampingan, kenapa tidak?

Jika ada yang bilang mau nyari pns karena gaji dan tunjangannya, maka saya tertawakan mereka.

Menjadi PNS tidak bisa dilihat dari kedua hal diatas karena pada dasarnya menjadi PNS itu adalah bentuk dari pengabdian. Sanggup mengabdi jika karena suatu sebab gaji terlambat dibayarkan, sanggup bekerja tanpa bertanya, sanggup berinprovisasi disaat banyak kendala dan keterbatasan, sanggup ditempatkan dipelosok paling terpencil sekalipun. Itulah PNS, pengabdi yang selalu dituntut prestasinya tanpa pamrih dan seringkali jadi bahan cibiran akibat ulah segelintir PNS nakal.

Gaji dan tunjangan diatur dalam perundangan, insentif tergantung dari seberapa kemampuan pemerintah daerah mensejahterakan PNS dilingkungannya berada. Maka, penghasilan PNS kabupaten satu dgn yang lainnya belum tentu sama, bisa jadi dalam golongan sama antar kabupaten, si A penghasilannya sebulan selisih beberapa ratus ribu dibandingkan si B yang berbeda kabupaten, apapun kebijakan  daerah, PNS susah hidup dari gaji dan tunjangannya tersebut, kebutuhan jauh lebih besar dibandingkan penghasilan yang didapat, kebutuhan sandang pangan papan membuat PNS memeras otak, belum lagi pendidikan anak, asuransi tambahan sebagai dampak askes yang dirasa sangat minim.

PNS ngambil sampingan, kenapa tidak?

Saya adalah seorang PNS yang bekerja di instansi kesehatan tingkat 1 milik pemerintah, walau saat ini belum ada tanggungan yang berarti, masa depan harus dipikirkan sejak dini. Mungkin saja karena bergaulnya dengan teman PNS yang rata2 telah sukses dari bisnis sampingannya membuat saya berminat untuk ikut terjun dalam dunia bisnis, jauh dari disiplin ilmu yang dimiliki tanpa harus mengganggu pelayanan masyarakat dijam kerja PNS.



Saya memberanikan diri untuk 'menyekolahkan SK PNS' yaitu suatu istilah melakukan pinjaman modal di Bank dengan jaminan surat berharga PNS, sekiranya dapat 50jt untuk beli Pick Up second yang digunakan mengangkut barang dagangan ke warung-warung dan dijual secara grosir.

Perjalanan 10.000km harus dimulai dengan satu langkah, agar bisa survive tanpa hanya mengandalkan gaji pas-pasan seorang PNS maka bisnis sampingan harus segera dimulai. Sebagai langkah awal, berburu pick up second berkualitas harus diupayakan, kalau bisa sih  suzuki pick up 1.0 tahun 1997-terbaru dgn kualitas barang yang masih bagus. Rencananya pick up ini saya gunakan untuk keliling daerah dari warung ke warung menjajakan keperluan sembako grosiran seperti beras, minyak goreng dll.

Oya, katanya sih untuk kisaran harga pick up ini antara 40-45 juta di Bali, mahalan dikit gpp yang penting ga rewel dipakai saat jualan.

Saya rasa segitu dl tulisan kali ini, segala perjalanan saat mencari kendaraan hingga jualan akan dituliskan disini. Lumayan lah jika blog ini digunakan dalam merekam jejak usaha dari awal merintis hingga sukses kelak.

Amiin..

2 komentar

Click here for komentar
Thanks for your comment