Dan pasien poli gigi pun ngamuk

Suatu hari, datang seorang ibu-ibu di poli gigi pada suatu puskesmas yang terletak di salah satu daerah dataran tinggi di Kintamani. saya mempersilakan pasien untuk duduk di 'kursi panas' dan sedikit basa-basi menyelidiki permasalahan kesehatan yang terjadi pada ibu-ibu tersebut.

"Ada yang bisa dibantu, bu?" tanya saya.

"Gusi saya Bosok, pak. mau nyari obat" katanya, si ibu merupakan penduduk asli setempat yang bermaksud untuk memeriksakan gusinya yang bosok, saya tak paham dengan pengertian bosok disini namun yang mampu saya tangkap adalah si ibu hendak mengobati gusinya yang sedang bermasalah.

Pada pemeriksaan klinis terdapat sisa akar pada geraham kiri bawah disertai pembengkakan, si pasien susah buka mulut karena infeksi yang terjadi.

"Bu, kita obati dulu ya gusinya, nanti ada obat minum dosisnya tiga kali sehari, dirumah gusinya kompres pakai air hangat, kalau obatnya sudah habis langsung kontrol kesini"

"Pak, saya sudah pernah berobat gigi disini, bukan bapak sih yang ngambil. awalnya sama bu dokter yang dari Bangli, trus Pak dokter yang dari denpasar. Ga mau tuh dicabut, cuman obat terus yang dikasi" jawabnya.

"Iya, bu. Jika masih infeksi pastinya ga ada yang berani nyabut gigi ibu, tar masalahnya di obat bius. biasanya kalau bengkak gitu biusnya gagal"

"Itu dah, bolak bali datang gusinya ga sembuh-sembuh"

"Kapan terakhir berobat sama pak dokter yang dari Denpasar?"

"Udah lama, pak"

"Habis dikasi obat mau sembuh ga?"

"Mau, pak"

"Trus habis obatnya ga langsung kesini? itu dah masalahnya, bu. harusnya begitu obat habis, ibu harus balik kesini, jika bengkak sembuh pasti kita cabut"

Si ibu mulai meradang,"Pak, jujur aja saya kesini bukannya berobat gigi. saya kesini mau cek tensi sama minta obat sariawan"

"Hah? kalo cek tensi itu di poli umum, bu. kalo tensi tinggi atau rendah biar bisa dikasi obat disana"

"Yee.. saya sudah ke poli umum tadi tapi disuruh kesini, bapak ini terlalu banyak ngasi saya omongan. saya kesini mau cek tensi. Kalo ga percaya saya berani disumpah, biar deh saya dikutuk kalo saya bohong, kalo saya yang bener biar bapak yang kena kutuk" kata si ibu meledak-ledak.

"Hah, kenapa saya mesti kena kutuk? gusi ibu memang lagi ada masalah, kalo masalah obat sariawan sih saya bisa kasi sambil ngobatin gusi ibu yang bengkak, kalo cek tensi nanti bisa balik ke poli umum"

"Pak, saya kesini bukan untuk berobat gigi. saya mau cek tensi" kata si ibu sambil terus ngomel-ngomel.

Ah yasudah lah, si ibu saya giring ke poli umum. Mending ngalah aja deh ketimbang nanti dikutuk jadi batu.   -_-





Thanks for your comment