Menyerah sebelum mencoba

"lan, nanti kalo SIK sudah jadi tolong jangan suruh saya yang nginput, suruh orang lain aja, soalnya saya katrok"

Bu Wulan, salah seorang pegawai Puskesmas tampak uring-uringan dengan kerjaan baru yang akan menantinya beberapa minggu lagi, kerjaan baru tersebut berkutat pada input kunjungan pasien yang mengarah ke Poli KIA tempatnya bekerja.

SIK merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Kesehatan, merupakan sistem pencatatan dan pelaporan dengan cara memasukkan data kunjungan, tindakan dan obat yang diberikan di masing-masing poli dipuskesmas, terakhir rangkuman kunjungan ini bisa di print dan digunakan sebagai laporan kunjungan perpoli setiap bulannya.

Bu Wulan tampak menyerah sebelum mencoba, padahal SIK memudahkannya dalam membuat laporan bulanan, sepertinya Bu Wulan lebih suka mencatat laporan kunjungan dan memasukkannya kedalam tabel secara manual diawal bulan ketimbang memasukkan data pasien setiap harinya, jadi intinya mudah dipencatatan namun ribet dipelaporan.

Berbeda dengan petugas jaga lainnya, mereka tampak antusias menanti perangkat lunak yang segera hadir ditengah hiruk-pikuk kerja harian, melayani sisakit dengan segenap prinsip keilmuan yang dimiliki. Setidaknya perangkat lunak ini nantinya mempermudah mereka dalam membuat laporan bulanan yang biasanya menghantui diawal bulan.
Prinsip laporan bulanan tersebut adalah pencatatan jumlah kunjungan, jenis penyakit yang diderita, pengobatan yang diberikan termasuk usia dan jenis kelamin.

Suatu sistem dibuat untuk mempermudah manusia dalam bekerja, selain kemudahan yang didapat selalu ada konsekuensi yang menyertai, pasien harus mendaftarkan diri di loket, menginput data diri pasien pun tidaklah sebentar, petugas loket harus memastikan pengunjung terdaftar pada wilayah kerjanya, belum lagi memasukkan keluhan yang diderita terkait kesehatannya, belum lagi memasukkan jenis kunjungan seperti asuransi yang dipakai, kunjungan baru atau lama dan input data untuk ditransfer otomatis ke poli tujuannya.

Di poli juga sama, petugas harus memasukkan data jenis penyakit, tindakan yang diberikan dan mentransfer langsung ke Apotek. Begitu juga di Apotek, petugas harus memastikan obat yang diberikan sebelum menyerahkan langsung pada pasien.

Seperti pengalaman terdahulu pada sistem informasi kesehatan yang lama, petugas acap kali kena semprot pasien ataupun keluarga karena proses berobat yang lama, tapi sekali lagi inilah konsekuensi, tetap semangat!!


1 komentar :

Click here for komentar
karthik
admin
12 September 2013 00.08 ×

this is such a nice and useful information for us...i appreciate urs word Free Blogger premium Themes

Congrats bro karthik you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment