5 alasan untuk membeli lensa canon EF-S 24mm f2.8 STM


Lensa baru lagi ya, bli?

Beberapa hari yang lalu salah seorang rekan pecinta fotografi bertanya, doi tampak takjub dengan lensa tipis yang saya bawa. Lensa tersebut adalah EF-S 24mm f2.8 STM.

Sebenarnya lensa ini nongol di tahun 2014, namun cuman baru-baru ini saja sampai dipasaran tanah air. Karena penasaran dengan lensa baru, sohib saya akhirnya melakukan beberapa jepretan dan geleng-geleng sendiri dengan hasilnya.


Tajam, bro, bokehnya pas. Katanya.

Saat ini lensa fix 24mm f2.8 hadir dalam dua versi, yaitu EF 24mm f2.8 IS USM (2012) dan EF-S f2.8 STM (2014). Harganyapun beda jauh, namun mengingat isi kantong pas-pasan maka lensa EF-S 24mm f2.8 STM menjadi pilihan yang paling masuk akal.

Lima alasan untuk membeli lensa canon EF-S 24mm f2.8 STM versi saya adalah:

Jaminan ketajaman

Untuk kebanyakan genre fotografi ketajaman merupakan harga mati, kecuali foto yang memang sengaja dibuat blur seluruhnya. EF-S 24mm f2.8 STM memiliki 1.6x FOVCF atau 24x1.6 pada kamera crop factor atau setara dengan lensa 38.4mm pada lensa full frame, sehingga lensa ini memang cocok digunakan pada genre landscape.

Seperti pada gambar yang diambil pada laman The Digital Picture (foto dibawah) dalam mode 20s f/8 pada ISO 100. Tampak sebuah gambar kapal laut parkir di pelabuhan Baltimore.


Seluruh area tampak tajam, baik seperti yang terlihat pada kapal laut dan “tempat parkir kapal” disebelah kanan gambar.

Hal tersebut berlaku juga pada gambar portrait dibawah ini, dimana wajah model terlihat cukup tajam dengan bokeh yang pas.



Build in STM

Dalam dunia lensa fotografi, STM merupakan kepanjangan dari Strapper Motor. Fitur ini berfungsi untuk meredam kebisingan saat merekam video. Walaupun tidak secanggih USM atau UltraSonic Motor yang memiliki fokus otomatis lebih cepat, fitur STM pada lensa EF-S 24mm f2.8 STM sudah dirasa cukup ampuh untuk penggunaan sehari-hari. Misalnya untuk landscape, portrait dan bahkan macro.

Lensa wide angle tapi bisa macro

Lensa wide dan lensa macro tentunya berbeda, wide digunakan untuk memotrek alam seperti pegunungan dan laut, sementara itu macro digunakan untuk memotrek objek kecil seperti belalang, kupu-kupu ~ siang makan nasi kalo malam mimik susu~

Tergantung spesifikasi lensa, baik lensa wide dengan macro dijual dengan harga fantastis. Dalam kebanyakan kasus, mengingat harga lensa yang mahal, Anda dapat memilih salah satu genre yang paling difavoritkan, baik landscape maupun macro, berbeda dengan EF-S 24mm f2.8 STM dimana kedua genre fotografi populer tersebut bisa dilakoni hanya dengan satu lensa saja. Kereeen…

Tipis dan ringan


EF-S 24mm f2.8 STM memiliki dimensi 68.2 x 22.8mm berfilter 52mm dengan berat 125gr, maka kebayang kan betapa tipis dan ringannya jika dipasangkan ke body kamera untuk digunakan seharian. Sayangnya bodynya yang tipis tidak memungkinkan pihak vendor untuk menanamkan fitur image stabilizer didalamnya, namun berkat bukaan f2.8 memungkinkan lensa ini untuk memotrek didalam ruangan atau tempat yang gelap dengan lebih stabil.

Harga murah tapi ga murahan

Dengan berbagai spesifikasi keren yang dimilikinya, EF-S 24mm f2.8 STM merupakan pilihan lensa fix yang sangat menggiurkan. Lensa ini memiliki area tajam yang lebih luas jika dibandingkan dengan lensa murah lainnya seperti lensa fix 50mm f1.8 yang dulu sempat saya bangga-banggakan.

Saat pertamakali dikenalkan (jika tidak salah) pada bulan november 2014, lensa ini menjadi daftar lensa favorit dan langsung menggeser posisi lensa fix 35mm yang sempat diidam-idamkan. Salah satu alasannya adalah harga yang cukup murah, yaitu berada dikisaran Rp.2.035.000 pada bulan juli 2016 (tergantung toko yang menjual) dan harga second dikisaran Rp.1.600.000 - Rp.1.800.000.

Demikian artikel Lima alasan untuk membeli lensa canon EF-S 24mm f2.8 STM versi saya, jika Anda mengidamkan lensa fix wide sekaligus makro berkualitas tinggi dengan harga murah maka EF-S 24mm f2.8 STM sangat saya rekomendasikan untuk Anda.


6 komentar

Click here for komentar
4 Juni 2016 16.19 ×

Good xixi terinpirasi dari sapa dulu xixi :D lnjutkan

Reply
avatar
4 Juni 2016 23.13 ×

Inspirasinya dari pak lengar.. Hihihihi... 😁😁😁

Reply
avatar
gungws
admin
17 Juni 2016 14.50 ×

lensa fix memang panutan! meniadakan kemungkinan-kemungkinan lainnya :))
eh lensa fix 50mm kayaknya cepet rusak ya? saya 2x punya lensa fix 30mm f1.8 itu dan cepet sekali rusak

Reply
avatar
17 Juni 2016 14.56 ×

Kemarin sy beli lensa fix 50mm, itupun second, sampai sekarang masih baik2 saja.

Reply
avatar
21 September 2016 08.18 ×

Bagus lensa fix 24mm atau 50mm?
mhon pencerahan nya

Reply
avatar
21 September 2016 11.19 ×

Sederhananya begini, lensa fix 24mm jangkauannya lbh luas, lbh cocok utk landscape. Utk portrait jg bagus, cuman bukaan terlebar f2.8 bikin bokeh ga maksimal.

Lensa fix 50mm termasuk lensa tele jika dimasukkan ke kamera crop factor. Maksimal buat urusan portrait krn bukaannya ada yg 1.8 dan 1.4 jdi bokehnya ok punya. Utk spesialis bokeh2an sy sarankan lensa fix 50mm.

Kalau kepingin lensa yg bisa zoom in - zoom out sy sarankan lensa sapujagat (18-135) utk landscape dan portrait jg bagus. Kalau mau portrait yg bokehnya bagus, antara objek dan background harus jauh dan gunakan bukaan terlebar.

Semoga membantu.

Reply
avatar
Thanks for your comment