7 kesalahan umum dalam fotografi dan cara menghindarinya

7 kesalahan umum dalam fotografi dan cara menghindarinya

Sourche: Infophonegraphy Instagram

Sudah merupakan hal yang lumrah bagi kita untuk membanding-bandingkan antara hasil jepretan yang kita ambil dengan hasil jepretan fotografer profesional diluar sana. Saya pun sering terkagum-kagum dengan kerennya hasil jepretan kamera smartphone para profesional diluar sana, dan betapa kecewanya dengan hasil jepretan sendiri yang dirasa jauh dari kata layak untuk disandingkan dari hasil jepretan mereka.
Dalam proses membanding-bandingkan hasil jepretan tersebut saya mendapati sedemikian banyaknya kesalahan-kesalahan dalam mengambil gambar yang sebelumnya tidak terpikirkan. Nah, dalam artikel ini kita akan mempelajari tentang kesalahan-kesalahan umum dalam fotografi dan cara menghindarinya.
  1. Tidak ada titik fokus
Point of view atau titik fokus merupakan hal yang penting dalam fotografi. Terlihat sederhana memang, namun jika dalam foto yang diambil tidak mengandung subjek atau hal yang paling menarik, kemungkinan besar akan gagal menarik perhatian pemirsa Anda.
Sebelum mengambil foto pastikan untuk mencari hal yang paling menarik yang akan diceritakan dalam sebuah foto. Selalu tanyakan pada dirisendiri, apakah fokus utama dari adegan yang akan diambil? hal ini akan membantu kita untuk menciptakan foto yang lebih baik.
  1. Subjek Tidak Fokus
Bila Anda telah mengetahui titik fokus maka pastikan bahwa objek/subjek tersebut tampak tajam. Alih-alih menggunakan fitur autofocus akan lebih bijak untuk memegang kendali dengan mengatur fokus secara manual. Cukup ketuk bagian yang ingin dipertajam, selanjutnya tekan tombol rana.
  1. Blur Akibat Guncangan Pada Kamera
Dalam kasus tertentu kita masih menemukan point of interest yang ngeblur walaupun fokus telah diatur sedemikian rupa, hal tersebut terjadi akibat kita (walaupun tidak sengaja) menggoyangkan kamera sambil menekan tombol rana. Blur akibat gerakan ini disebut camera shake.
Camera shak sering terjadi pada situasi cahaya rendah akibat kecepatan rana yang lambat untuk memasukkan cahaya yang lebih banyak. Ada beberapa teknik untuk menstabilkan kamera, namun tentu saja tripod menjadi alat yang benar-benar dapat diandalkan, namun jika Anda tidak memilikinya, kita dapat berimprovisasi dengan meletakkan smartphone diatas dinding atau area lainnya yang stabil.
Namun bagaimana caranya bila kita tidak menemukan situasi yang mendukung untuk menstabilkan kamera? caranya cukup mudah, pegang kamera dengan kedua tangan, tekukkan siku sehingga menyandar di perut, tahan nafas sebelum mengambil gambar dan biarkan beberapa detik setelah tombol rana ditekan.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk meminimalkan guncangan adalah dengan memaksa kamera menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Kita dapat memanfaatkan flash bawaan kamera walaupun hasilnya kurang maksimal, kita juga dapat menaikkan eksposure pada mode pro.
Kecepatan rana yang lambat tentunya bisa digunakan untuk mengambil efek yang kreatif, misalnya startrail atau slow shutter.
  1. Komposisi Yang Buruk
Komposisi merupakan hal yang paling mendasar dalam fotografi. Komposisi memungkinkan kita untuk mendapatkan fokus dan eksposure yang baik sehingga mendapatkan keseimbangan dalam gambar. Salahsatu komposisi yang paling vital dan sering dihiraukan oleh fotografer pemula adalah Rule of Third.
Rule of Third atau aturan sepertiga memungkinkan kita untuk mendapatkan komposisi terbaik, dimana layar akan dibagi oleh dua garis vertikal maupun horisontal. Untuk menggunakannya, masukkan point of view atau objek utama kedalam salahsatu dari keempat titik ditengah layar atau salahsatu dari keempat garis di tengah layar.
Aturan “komposisi” lain yang harus Anda ikuti mencakup penggunaan garis terdepan untuk menarik mata pemirsa ke dalam foto, dengan menggunakan minat di depan untuk menambahkan kedalaman ke dalam sebuah adegan.
Anda juga bisa mencoba menggunakan banyak ruang negatif untuk membuat komposisi minimal yang memberi penekanan maksimal pada subjek.
  1. Subjek Terlalu Jauh
Terkadang kita memasukkan objek utama terlalu jauh sehingga tampak terlalu kecil sehingga mengaburkan point of view. Jika objek/subjek tidak cukup kuat maka hasilnya pun tidak maksimal. Cobalah mendekat pada subjek sehingga pesan yang disampaikan akan semakin kuat.
Jangan takut untuk benar-benar dekat dan mengisi keseluruhan bingkai dengan subjek Anda. Terkadang memotong sebagian dari sisi subjek akan menciptakan komposisi yang lebih kuat daripada memasukkan keseluruhan objek dan beberapa latar belakangnya.
Walau demikian, ada kalanya subjek kecil bisa pun bisa bermanfaat, khususnya jika Anda ingin menunjukkan skala atau kedalaman bidang. Subjek manusia dalam sebuah lanskap  biasanya menimbulkan kesan “perbedaan ukuran” dan membuat foto menjadi lebih menarik.
Keputusan untuk membuat foto tersebut tentunya dengan memperhatikan hal-hal tertentu, misalnya latarbelakang yang tidak terlalu ramai sehingga subjek kecil Anda tetap menonjol.
  1. Menggunakan Zoom Digital
Zoom merupakan salah satu fitur standar dalam sebuah kamera smartphone. Melakukan zoom pada jenis kamera smartphone merupakan hal yang harus dihindari karena akan mengurangi kualitas gambar secara drastis.
  1. Over-Editing
Sebagai seorang smartphone photographer kita akan dimanjakan dengan berbagai pilihan aplikasi edit foto, termasuk bawaan ponsel. Dengan menggunakan aplikasi tersebut kita dengan mudah mengatur kontras dan warna, mempertajam gambar, menambah filter dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua hendaknya kita tidak melakukan pengeditan secara berlebihan, selain estetik berkurang tentunya kualitas gambar pun berkurang.
Perlu diingat bahwa tidak ada pengaturan foto yang sanggup mengubah foto jelek menjadi bagus, jadi berkonsentrasilah untuk menghasilkan foto yang bagus sebelum melakukan pengeditan gambar menggunakan aplikasi. Pengeditan yang cukup memungkinkan kita mendapatkan foto yang alami.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan efek HDR secara berlebihan. HDR atau high dynamic rangemerupakan fitur yang membantu kita untuk mengurangi pencahayaan di foto dengan membuat bayangan lebih terang dan sorot yang lebih tajam. Jika kita menerapkan HDR terlalu tinggi akan membuat foto terkesan kasar dan tidak alami.
Dalam setiap pengeditan yang haarus dilakukan adalah meningkatkan keindahannya, bukan menghancurkan kualitasnya. Gunakan aplikasi yang memiliki penyesuaian terhadap efek atau filternya.
Nah, demikianlah 7 kesalahan umum dalam fotografi dan cara mengindarinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda
Next
This is the current newest page
Thanks for your comment